Water Treatment Plant

Water Treatment Plant

in WTP WWTP STP

Tahapan Pengolahan Air | Water Treatment Palnt WTP

Untuk memenuhi kebutuhan populasi yang terus bertambah, penting bagi kita untuk memanen air sebanyak mungkin untuk melestarikan sumber daya yang berharga ini. Namun, sebelum air dianggap layak untuk dikonsumsi manusia, air tersebut harus melalui proses pengolahan air yang ketat. Sebagaimana proses pemantauan kualitas air yang berubah seiring berjalannya waktu, begitu pula pihak yang menanganinya.

Saat ini, proses pengolahan air pada umumnya terdiri dari sembilan langkah berbeda. Meskipun tidak semua langkah ini diterapkan di setiap fasilitas pengolahan di Inggris (atau bahkan di seluruh dunia), langkah-langkah ini merupakan dasar dari industri pengolahan air. Kesembilan langkah tersebut adalah sebagai berikut:

I. Source Water Collection (Pengumpulan Sumber Air)

Sebelum air dapat diolah, terlebih dahulu harus dikumpulkan dari danau, sungai, dan waduk. Seringkali, air diangkut dari sumber ke instalasi pengolahan melalui jaringan pompa dan pipa yang kompleks, meskipun cara alami (seperti sungai) juga dapat digunakan.

II. Screening (Penyaringan Awal)

Langkah pertama dalam proses pengolahan adalah menyaring air untuk menghilangkan benda-benda besar yang tersuspensi, seperti sampah, tumbuhan, pohon, hewan, dan kotoran lainnya. Seperti namanya, ini ditangkap dan dihilangkan melalui penggunaan layar logam besar.

III. Coagulation and Flocculation

Penambahan bahan kimia. Pada titik ini, bahan kimia kini ditambahkan untuk mendorong partikel-partikel kecil dari materi tersuspensi menggumpal dan membentuk “flok”. Bahan kimia yang digunakan untuk mencapai tujuan ini disebut koagulan dan terdapat banyak produk berbeda yang tersedia.

Pembekuan. Setelah koagulan dimasukkan ke dalam air, maka harus dicampur dengan kecepatan yang berbeda-beda

IV. Sedimentation

Sedimentasi dan klarifikasi. Setelah flok terbentuk, air dialirkan ke bak sedimentasi. Di sini, gumpalan partikel flok dapat mengendap di dasar cekungan, lalu dibuang ke kolam pembuangan.

V. Filtration (Filterisasi)

Penyaringan. Dengan dikeluarkannya partikel-partikel yang lebih besar dari air, maka sekarang harus disaring melalui berbagai media seperti pasir, kerikil atau karbon aktif granular untuk menghilangkan partikel-partikel kecil yang tidak diinginkan yang masih bertahan.

VI. Disinfection

 

Disinfeksi. Air yang tersisa kini telah menghilangkan sebagian besar kotorannya, namun mungkin masih mengandung bakteri, virus, dan mikroorganisme lainnya. Untuk membunuh unsur-unsur ini, ia harus diolah dengan klorin secukupnya agar efektif tetapi tidak terlalu banyak sehingga mempengaruhi rasa atau bau.

VII. Storage and Distribution (Penyimpanan dan Distribusi)

Penyimpanan. Air tersebut pada dasarnya siap untuk dikonsumsi masyarakat, namun harus disimpan sampai kebutuhannya muncul. Ini paling sering disimpan di tangki bawah tanah atau di atas tanah. Selain air minum, persediaan air juga harus tersedia untuk keadaan darurat seperti kebakaran. Distribusi. Air tersebut akhirnya dialirkan ke rumah-rumah dan tempat usaha di seluruh negeri melalui sistem pompa, tangki, saluran pipa, hidran, katup, dan meteran yang canggih.

Lewat ke baris perkakas