SWRO | Langkah Tepat Menghadapi Dampak Elnino
SWRO | Langkah Tepat Menghadapi Dampak Elnino

Berdasarkan kajian ilmiah, El Nino umumnya berdampak pada berkurangnya curah hujan di Indonesia. Dampak El Nino tergantung pada (a) Intensitas El Nino, (b) Durasi El Nino, (c) Musim yang sedang berlangsung. Dampak El Nino di Indonesia umumnya terasa kuat pada musim kemarau yaitu pada bulan-bulan Juli – Agustus – September – Oktober. Oleh karena itu, kita perlu meningkatkan kewaspadaan pada bulan-bulan tersebut. Terlebih lagi, ada banyak wilayah di Indonesia yang akan memasuki puncak musim kemarau pada bulan-bulan tersebut.
Berdasarkan prediksi curah hujan bulanan BMKG, beberapa wilayah akan mengalami curah hujan bulanan dengan kategori rendah (0 – 100 mm/bulan), utamanya pada Agustus – September – Oktober, meliputi Sumatera bagian tengah hingga selatan, pulau Jawa, Bali hingga Nusa Tenggara, Kalimantan bagian selatan, sebagian besar Sulawesi, sebagian Maluku Utara, sebagian Maluku dan Papua bagian selatan.
Fenomena El Nino telah menjadi perhatian global dalam beberapa tahun terakhir, dan dampaknya semakin nyata di Indonesia. Dikutip dari bmkg.go.id pada (30/10/2023) dalam acara Rakornas Pengendalian Inflasi pada tanggal 31 Agustus 2023, Presiden Joko Widodo menyampaikan kekhawatiran tentang krisis pangan yang semakin dekat akibat El Nino dan pembatasan ekspor produk pangan. El Nino mempengaruhi pola iklim dan curah hujan di Indonesia, menyebabkan musim kemarau yang panjang dan kekeringan ekstrim di beberapa wilayah. Selain itu, banyak negara pengekspor pangan juga telah membatasi ekspor mereka untuk menjaga pasokan dalam negeri, yang semakin meningkatkan risiko krisis pangan.
Dampak dari El nino Juga menyebabkan kemarau sangat panjang. yang berdamapak Pada pasokan air bersih air minum
Air Untuk irigasi tanaman pangan, karena curah hujan yang sangat rendah, Untuk menhadapi masalah ini di perlukan kesiapan semua pihak, untuk saling bahu membahu menghadapi masalah kekurangang pasokan air tawar, untuk memenuhi semua kebutuhan air tawar air bersih dan air minum. tapi kesulitan tersebut sangat sulit karena pada saatkekeringan dan kemarau panjang terjadi sangat sulit mendapat kan air baku yang cukup untuk memenuhi kebutuhan tersebut
Solusi yang paling tepat adalah memanfaat kan air laut yang tidak akan pernah habis, sebagai sumber air baku, Menggunakan sentuhan Teknologi . Saat Ini teknologi yang paling efisien adalah sistem reverse osmosis SWRO, yang sangat efektif dan terbukti mampu mengolah air laut, air asin menjadi air bersih dan air minum bahkan untuk kapasitas besar dapat di gunakan untuk irigasi tanaman pangan, Teknologi swro, sea water reverse osmosis sangat minim dampak lingkungan, karena sumber air baku dapat diambil dari air laut langsung, tidak perlu sumur bor,
SWRO akan sangat membantu mengatasi kelangkaan air bersih dan air minum akibat dampak dari el nino di indonesia
SWRO Tidak mempuyai dampak kerusakan lingkungan dan Akan selalu menyediakan air bersih dan air minum kapan pun anda Mau.
SWRO Saat ini Adalah Teknologi Terapan Terbaik untuk mengolah air laut [air asin} menjadi air tawar, air bersih, dan air minum,
SWRO Sangat Mudah di gunakan, Operasional yang sangat mudah di pahami, sehingga semua orang dapat menggunakan dengan mudah.
SWRO Kapasitas kecil dapat di gunakan di manapun anda mau, Di rumah,Cottage,kapal pribadi,kapal ikan,kapal wisata